Hutan mangrove (bakau) di Kabupaten Indragiri Hilir, kondisinya kini kian hari semakin parah.
Hal itu dikarenakan eksploitasi besar-besaran baik yang dilakukan oleh masyarakat, terlebih lagi dari pihak perusahaan.
Mulai dari keperluan bahan bangunan, hingga sampai pada keperluan industri.
Akibat dari eksploitasi tersebut akhirnya memberikan dampak yang cukup signifikan, mulai dari rusaknya habitat dan ekosistem mangrove dan fauna yang tergantung di dalamnya, lebih-lebih lagi kerusakan mangrove tentunya makin mempercepat abrasi daratan untuk daerah pesisir.
Salah seorang tokoh warga Concong Zainudin kepada RPG mengungkapkan, makin cepatnya proses abrasi di kawasan pesisir, dikarenakan hutan mangrove makin berkurang. Padahal salah satu fungsi hutan mangrove adalah penahan pantai dari serangan dan hempasan ombak laut.